Presiden Samsung Mobile Minta Maaf Atas Kasus Galaxy Note 7

Presiden Samsung Mobile Minta Maaf Atas Kasus Galaxy Note 7

Koh Dong-jin atau yang lebih dikenalkan dengan nama DJ Koh, yang ditunjuk sebagai Presiden Samsung Mobile sejak bulan Desember 2015, mungkin menjadi orang yang paling merasa bersalah atas kasus yang terjadi pada Galaxy Note 7.

Seperti dilansi dari KoreaHerald, pada hari Kamis, 14 Oktober 2016, di hadapan publik Korea Selatan, DJ Koh menunduk dan memohon maaf. Beliau berjanji untuk menemukan penyebab sebenarnya yang membuat Galaxy Note 7 dapat terbakar dan meledak. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan konsumen agar menggunakan produk Samsung tanpa perlu khawatir lagi mengenai masalah keselamatan.

Beliau juga mengakui mengalami frustasi seperti orang lain selama beberapa minggu terakhir karena masalah krisis ini. Dia meminta maaf dan mengucapkan terima kasih kepada anggota Samsung yang telah memberikan dukungan dalam masa-masa sulit ini.

Banyak karyawan Samsung yang telah memposting dukungan kepada Presiden Samsung Mobile dan Samsung secara keseluruhan di message board internal Samsung, untuk membantu menaikan moral para karyawan lainnya yang bekerja di divisi mobile dan pemimpinnya.

Namun sayangnya ada banyak laporan yang menyebutkan, bahwa untuk mempertanggung jawabkan kegagalan Galaxy Note 7 yang disebabkan kontrol kualitas yang sangat jauh di bawah, Samsung Group kemungkinan akan mencopot DJ Koh dari jabatannya.

Samsung Galaxy Note 7 sebenarnya merupakan perangkat flagship yang digadang-gadang akan mendongkrak pendapatan Samsung Mobile, tetapi nyatanya malah menjadi produk gagal. Pastinya kita sudah mendengar berita mengenai Galaxy Note 7 yang meledak atau terbakar, tidak hanya satu atau dua kasus saja tetapi sudah sangat banyak kasus ini terjadi. Bahkan banyak maskapai penerbangan yang melarang seri Galaxy Note yang paling baru ini ikut terbang dalam keadaan menyala.

Samsung Mobile sebenarnya sudah mengambil langkah recall, untuk menarik semua produk Galaxy Note 7 yang ada dipasaran dan menggantinya dengan unit baru dengan produksi baru yang berbeda dengan batch sebelumnya. Tetapi ternyata produksi baru smartphone flagship ini masih saja tetap terbakar dan meledak.

Sehingga beberapa waktu lalu Samsung Mobile memutuskan untuk menghentikan sementara produk ini, dan akan melakukan investigasi. Namun sebelum mengumumkan hasil investigasinya, Samsung Mobile malah mengambil keputusun untuk benar-benar menghentikannya, dan menjadikannya sebagai smartphone flagship dengan umur terpendek.

Langkah itu membuat Samsung Mobile mengalami kerugian yang sangat-sangat besar. Para analis memperkirakan kerugiannya mencapai angka $17 milyar jika dikonversi ke rupiah sekitar Rp220 trilyun. Hasil tersebut didapat dari kehilangan penjualan sebanyak 2,5 juta unit perangkat tersebut.

Samsung Mobile masih bisa menanggung kerugian tersebut dengan mendongkrak penjualan smartphone flagship lainnya seperti Galaxy S7. Namun kerugian yang paling besar adalah pada merek Samsung sendiri, dimana konsumen mulai hilang kepercayaan kepada merek asal Korea Selatan ini.

Jangan lupa klik banner di bawah ini

Buat-Website-150x100

Comments

comments