Kapoocino, Aplikasi Media Sosial Buatan Arek Suroboyo

Kapoocino, Aplikasi Media Sosial Buatan Arek Suroboyo

Indonesia tidak hanya menjadi salah satu pengguna media sosial terbesar di dunia, namun juga memiliki banyak layanan media sosial dengan pengguna yang tidak sedikit. Dan sekarang bertambah lagi satu layanan media sosial dari tanah air, perkenalkan Kapoocino.

Kapoocino didirikan oleh empat orang asli Indonesia. Keempatnya adalah Edoardo Santoso Tantular, Achmad Izzag, Fendy Mahatma Putra dan Bahtera Kurniawan Jaya. Dan saat ini timnya sudah bertambah 10 orang lagi.

Ide pembuatan Kapoocino muncul ketika keempat arek Suroboyo ini nongkrong di cafe untuk menghibur salah satu temannya yang sedang galau. Namun mereka melihat orang-orang yang sedang kumpul di cafe malah terlihat asik sendiri dengan gadget-nya. Saat itulah terlintas ide untuk membuat sesuatu, untuk mengubah keadaan tersebut namun dengan tetap melibatkan gadget.

Jangan lupa klik banner di bawah ini

Ide tersebut mulai dibuatkan aplikasi pada bulan Februari 2016, dan sekitar 3 bulan kemudian versi beta-nya resmi dirilis di Google Play Store untuk perangkat Android pada 24 Mei 2016. Dan untuk versi full sudah dirilis sejak bulan Juli 2016.

Nama Kapoocino terinspirasi dari salah satu varian kopi, cappucino. Nama ini terdengar ear-catching dan mudah untuk diingat, lalu empat sekawan ini mengubahnya menjadi Kapoocino, karena aplikasi ini dikembangkan oleh orang Indonesia. Sementara penggunakan duo ‘o’ adalah dengan harapan bisa menjadi sekelas Facebook, Yahoo. dan Google yang juga memiliki duo ‘o.’

Aplikasi media sosial ini memiliki fitur yang diklaim belum ada pada aplikasi media sosial lainnya baik yang lokal maupun global. Karena media sosial ini menggunakan kuis sebagai basis utamanya. Kuis dianggap cara berbeda untuk menghibur dan membuat media sosial menjadi lebih seru dan asik. Kuisnya bisa mengenai foto dan video. Pengguna juga bisa menjawab kuis dari channel yang ada seperti: Music, movie, holiday and destination, food and drink, dan lainnya.

Investasi awal dari Kapoocino adalah senilai Rp500 Juta tanpa melibatkan investor lain. Soal kapasitas, media sosial ini mengandalkan server yang berada di Singapura (untuk sementara), yang memungkinkan pengguna meng-upload file foto maupun video hingga berukuran 5Mb.

Untuk saat ini aplikasi Kapoocino baru tersedia untuk perangkat Android, pengguna yang ingin mencobanya bisa langsung mengakses Google PlayStore. Selain untuk Android, versi PC dan iOS juga sedang dikembangkan, dan diharapkan agar segera selesai dalam waktu dekat ini.

Buat-Website-150x100

Comments

comments